Dewantara, Aceh Utara — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 29 Universitas Malikussaleh (Unimal) kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui kegiatan trauma healing bersama anak-anak TK Srikandi Keude Kreung Geukuh pasca bencana banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Kegiatan trauma healing ini dilaksanakan pada 29 Januari 2026 dan dikoordinasikan langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 29, Aflia Riski, S.I.A.N., M.A.P. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam membantu pemulihan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak bencana.
Aflia Riski, S.I.A.N., M.A.P selaku DPL KKN Kelompok 29 menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan program akademik, tetapi juga sebagai wujud empati dan kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya anak-anak pasca bencana banjir. Menurutnya, anak usia dini merupakan kelompok yang rentan mengalami trauma apabila tidak mendapatkan pendampingan yang tepat.
“Kegiatan trauma healing ini bertujuan untuk membantu anak-anak TK Srikandi agar tidak terus mengingat pengalaman buruk akibat bencana banjir, serta menumbuhkan kembali rasa aman dan bahagia dalam diri mereka,” ungkap Aflia Riski.
Mahasiswa KKN Kelompok 29 terjun langsung ke TK Srikandi dan melaksanakan kegiatan trauma healing melalui pendekatan yang menyenangkan, seperti bercerita, bermain bersama, bercanda tawa, serta melakukan senam bersama anak-anak. Metode ini dipilih agar anak-anak dapat mengekspresikan emosi mereka secara alami dan perlahan melupakan trauma yang dialami pasca bencana.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh 25 mahasiswa KKN Kelompok 29 Keude Kreung Geukuh. Grace Yuliani Siallagan selaku Ketua Bidang Humas KKN Kelompok 29 menyampaikan bahwa kegiatan trauma healing ini diharapkan mampu membantu anak-anak untuk kembali ceria dan menjalani aktivitas belajar dengan perasaan aman dan nyaman.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat melupakan kejadian buruk yang mereka alami pasca banjir dan kembali merasakan kebahagiaan sebagai anak-anak pada umumnya,” ujar Grace.
Melalui kegiatan trauma healing ini, mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh tidak hanya berperan sebagai agen perubahan di masyarakat, tetapi juga turut berkontribusi dalam pemulihan psikologis anak-anak pasca bencana, sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat di Desa Keude Kreung Geukuh.










