Aceh Utara — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 44 Universitas Malikussaleh yang bertugas di Desa Keude Geudong, Kecamatan Samudra, Kabupaten Aceh Utara, menggelar kegiatan pengajian bagi anak-anak terdampak banjir pada malam Sabtu, 23 Januari 2026, di Balai Pengajian Darun Nida. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya pemulihan mental dan spiritual anak-anak pascabencana.
Pengajian tersebut diikuti oleh puluhan anak dari berbagai dusun yang terdampak banjir. Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan Al-Qur’an, doa bersama, pembelajaran dasar keislaman, serta penyampaian motivasi dengan pendekatan yang ramah anak. Suasana berlangsung khidmat namun tetap ceria, sehingga anak-anak merasa nyaman dan kembali bersemangat untuk belajar.
Ketua KKN-PPM Kelompok 44, Fauzi Ridhatillah, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan dukungan moral dan spiritual kepada anak-anak yang terdampak langsung oleh bencana banjir.
“Kami berharap melalui pengajian ini, anak-anak dapat kembali merasa tenang, termotivasi, serta memiliki semangat untuk terus belajar dan beribadah meskipun berada dalam kondisi yang sulit,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa KKN-PPM Universitas Malikussaleh untuk berkontribusi langsung membantu masyarakat desa, khususnya anak-anak, dalam menghadapi situasi pascabencana. Dukungan dari perangkat desa dan masyarakat setempat turut berperan penting dalam kelancaran kegiatan tersebut.
Salah seorang warga Desa Keude Geudong, Rahmawati, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-PPM. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak yang sempat mengalami trauma akibat banjir.
“Kami sebagai orang tua merasa terbantu. Anak-anak jadi lebih tenang dan semangat lagi setelah ikut pengajian ini. Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah peduli dengan kondisi kami,” tuturnya.
Melalui kegiatan pengajian ini, Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 44 Desa Keude Geudong berharap dapat menumbuhkan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, sekaligus memberikan dampak positif bagi pemulihan psikososial anak-anak yang terdampak banjir.










