Beranda / NASIONAL / Mahasiswa KPM UIN SUNA Laksanakan Saweu Gampong, Temui Lansia yang Mengalami Trauma Pascabanjir di Cot Kumbang

Mahasiswa KPM UIN SUNA Laksanakan Saweu Gampong, Temui Lansia yang Mengalami Trauma Pascabanjir di Cot Kumbang

Aceh Utara — Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan dari Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah melaksanakan kegiatan Saweu Gampong di Desa Cot Kumbang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KPM bertemu dengan seorang warga lanjut usia bernama Ramlah yang mengaku masih mengalami trauma pascabanjir yang melanda desanya. Dengan nada haru, Nenek Ramlah menyampaikan bahwa selama lebih dari 90 tahun tinggal di desa tersebut, ia belum pernah mengalami musibah banjir sebesar ini. Ia mengungkapkan rasa cemas dan ketakutan apabila banjir kembali datang, serta kebingungannya menentukan tempat untuk menyelamatkan diri jika peristiwa serupa terulang.

“Selama 90 tahun saya hidup di kampung ini, belum pernah terjadi kejadian seperti ini,trauma saya nak”. ungkap Nek ramlah

Berdasarkan informasi yang disampaikan, Nenek Ramlah saat ini tinggal seorang diri karena anak-anaknya telah berkeluarga dan menetap di tempat lain. Saat menceritakan pengalamannya, ia tidak kuasa menahan air mata karena hampir seluruh harta bendanya terdampak banjir. Selain rumah yang terendam, padi dan berbagai barang di dalam rumah miliknya juga rusak akibat terjangan air. Ia menuturkan bahwa ketinggian air banjir saat itu diperkirakan mencapai sekitar dua meter di rumahnya yang berada di Dusun Peutua Maram, Desa Cot Kumbang.

Pada saat kejadian, Nenek Ramlah menyelamatkan diri dengan meminta bantuan warga di sekitarnya. Berkat pertolongan masyarakat, ia berhasil keluar dari rumah dan menuju tempat yang lebih aman. Peristiwa tersebut meninggalkan dampak psikologis yang mendalam, terutama rasa trauma dan kekhawatiran yang masih dirasakan hingga saat ini.

Baca Juga

Salah satu mahasiswa KPM menyampaikan, “Kegiatan Saweu Gampong ini kami lakukan untuk mendengar langsung kondisi dan keluh kesah masyarakat terdampak banjir, khususnya lansia yang masih mengalami trauma.”

“Kami berharap ada perhatian yang lebih komprehensif dari berbagai pihak, tidak hanya pada pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga pada pemulihan psikologis masyarakat agar mereka dapat kembali merasa aman dan tenang.” Lanjut nya.

Melalui kegiatan Saweu Gampong ini, mahasiswa KPM berupaya mendengarkan secara langsung keluh kesah masyarakat serta meninjau kondisi psikologis warga terdampak banjir. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian sosial serta memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.

Mahasiswa KPM berharap kisah yang dialami Nenek Ramlah dapat menjadi perhatian bersama, khususnya bagi pemerintah dan pihak terkait, agar penanganan pascabanjir tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik dan infrastruktur, tetapi juga mencakup pemulihan mental dan trauma masyarakat terdampak bencana.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *